Puitwit - Kumpulan Puisi Mini di Twitter
Tentang Kerinduan
Rindu adalah ketiadaan namaku yang kaukulum dalam mulut. Maka kehampaan menjadi kosong yang absolut.
Ada sendu yang menggema ketika senandungnya memantul pada dinding-dinding malam tak bertuan.
Menjahit perca kenangan jadi layar untuk arungi alam mimpi, kuharap kamu yang menjemput di dermaga ketika aku merapat nanti.
Berjanjilah padaku, bahwa putaran tangan-tangan waktu tak akan patahkan janji untuk bertemu. Sebab lingkaran angka nan usang cuma mengujimu.
Jarak mungkin akan melemahkan, tapi waktu akan menguatkan. Atau sebaliknya demikian.
Meramu rindu yang jadi candu, untuk dihirup bersama di akhir minggu.
Lalu kita dimabuk cinta, sampai Senin usai merias wajahnya.
Minggu, 20 Mei 2012
Sabtu, 19 Mei 2012
Jurnal Bantal 19 Mei 2012
Kumpulan Doa untuk Semua - Bagian Dua
(Lihat Bagian Satu )
Selamat pagi masa depan, makin lama makin erat dalam genggaman. Selamat pagi masa lalu, makin lama aku makin tak kenal kamu.
***
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang bercinta dan yang berduka. Untuk yang tersayang dan yang terluka. Peluk cium untuk semua.
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang terlupakan dan didambakan. Untuk masa lalu dan masa depan. Untuk yang masih makan malam dan sudah sarapan.
Selamat siang untuk semua. Untuk yang masih kelaparan dan sudah makan siang. Untuk yang ingin jalah-jalan dan ingin segera pulang.
***
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang masih mendengkur dan yang sudah mengucap syukur, untuk yang masih mengumpulkan nyawa dan yang sudah membasuh raga.
Selamat Senin untuk semua! Untuk yang masih mengumpulkan nyawa dan yang sudah mengejar rejeki. Untuk yang menyimpan sendiri dan yang suka berbagi.
Selamat Senin untuk semua! Untuk yang menggerutu kurang waktu, untuk yang mengeluh banyak peluh, dan untuk yang meminta cukup cinta.
***
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang masih belekan dan yang sudah dandan. Untuk yang baru jadian dan yang masih pendekatan.
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang mendengkur dan mengejan. Untuk yang masih di kasur dan sudah di jamban.
***
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang jarak dekat dan jarak jauh. Untuk yang mandi kembang dan mandi peluh. Untuk yang kangen dan yang jenuh.
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang membuat menangis dan tertawa. Untuk yang menguras keringat dan air mata. Untuk yang sekarang dan selamanya.
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang katanya sudah berubah tapi ternyata masih sama saja dan untuk yang tidak berjanji tapi bisa beri buktinya.
***
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang berbunga-bunga, yang berkupu-kupu, dan yang berkunang-kunang. Selamat bercinta!
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang harap-harap cemas, kangen-kangen gemas, dan bangun-bangun lemas. Semoga Rabu tidak kelabu!
***
Selamat istirahat untuk semua. Untuk yang lelah tapi masih bergairah, untuk yang melindur tapi belum tidur, dan untuk yang sekedar ingin bertemu dalam mimpi.
(Lihat Bagian Satu )
Selamat pagi masa depan, makin lama makin erat dalam genggaman. Selamat pagi masa lalu, makin lama aku makin tak kenal kamu.
***
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang bercinta dan yang berduka. Untuk yang tersayang dan yang terluka. Peluk cium untuk semua.
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang terlupakan dan didambakan. Untuk masa lalu dan masa depan. Untuk yang masih makan malam dan sudah sarapan.
Selamat siang untuk semua. Untuk yang masih kelaparan dan sudah makan siang. Untuk yang ingin jalah-jalan dan ingin segera pulang.
***
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang masih mendengkur dan yang sudah mengucap syukur, untuk yang masih mengumpulkan nyawa dan yang sudah membasuh raga.
Selamat Senin untuk semua! Untuk yang masih mengumpulkan nyawa dan yang sudah mengejar rejeki. Untuk yang menyimpan sendiri dan yang suka berbagi.
Selamat Senin untuk semua! Untuk yang menggerutu kurang waktu, untuk yang mengeluh banyak peluh, dan untuk yang meminta cukup cinta.
***
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang masih belekan dan yang sudah dandan. Untuk yang baru jadian dan yang masih pendekatan.
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang mendengkur dan mengejan. Untuk yang masih di kasur dan sudah di jamban.
***
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang jarak dekat dan jarak jauh. Untuk yang mandi kembang dan mandi peluh. Untuk yang kangen dan yang jenuh.
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang membuat menangis dan tertawa. Untuk yang menguras keringat dan air mata. Untuk yang sekarang dan selamanya.
Selamat pagi untuk semua! Untuk yang katanya sudah berubah tapi ternyata masih sama saja dan untuk yang tidak berjanji tapi bisa beri buktinya.
***
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang berbunga-bunga, yang berkupu-kupu, dan yang berkunang-kunang. Selamat bercinta!
Selamat pagi untuk semua. Untuk yang harap-harap cemas, kangen-kangen gemas, dan bangun-bangun lemas. Semoga Rabu tidak kelabu!
***
Selamat istirahat untuk semua. Untuk yang lelah tapi masih bergairah, untuk yang melindur tapi belum tidur, dan untuk yang sekedar ingin bertemu dalam mimpi.
Kamis, 08 Maret 2012
Jurnal Bantal 8 Maret 2012
Cuaca paling hangat malam tadi adalah di dalam pelukanmu.
Lalu tatap kita bertemu.
Alunan paling merdu pagi ini pastilah sapamu.
Lalu pipiku merah jambu.
****
Kuluman paling manis tiap hari adalah senyummu waktu mengucap cinta.
Lalu bibirku merindu kata-kata.
Lalu tatap kita bertemu.
Alunan paling merdu pagi ini pastilah sapamu.
Lalu pipiku merah jambu.
****
Kuluman paling manis tiap hari adalah senyummu waktu mengucap cinta.
Lalu bibirku merindu kata-kata.
Selasa, 08 November 2011
1Puisi1Hari: #24 Bulan Pertama
Bulan mengintip dari jendela. Malu-malu, dia.
Diundang masuk cahayanya setelah padamnya lentera. Tersenyum, dia.
Pantulan binarnya melompat-lompat pada kulit pengantin baru di malam pertama.
Berkilap pada butiran keringat pembuktian cinta.
Bulan mengendap ke balik awan. Jengahlah, dia.
Bahkan dengan gaunnya yang bertabur bintang, eloknya takluk oleh senyum pengantin yang serahkan keperawanan. Mengalah,dia.
1Puisi1Hari: #23 Serong
Kumohon jangan biarkan aku tertidur di pelukmu, yang sejatinya bukan tempatku.
Dekapan di dadamu itu masih tujuan untuknya pulang kapanpun dia mau.
Buatku, hangat itu hanya sewaktu-waktu.
Hanya bila keperluanku dan kebutuhanmu bertemu.
****
1Puisi1Hari: #22 Sebelum dan Sesudah
Rindu itu tumbuh, hujan menyuburkannya.
Rindu itu kembali. Ia hanyut dengan mimpi semalam tadi, namun terbit lagi seiring mentari.
Selasa, 01 November 2011
1Puisi1Hari: #21 Menyerah Pada Hari Minggu
Tentang hari yang disiapkan Tuhan untuk berhenti membanting tulang dan mengendus wangi melati.
Berhenti untuk pulang dan mengamini.
Dibasuh-Nya bekas jejak kaki dengan curahan tangis awan seharian,
supaya kita yang salah jalan kemarin tidak kembali pada setapak yang sama,
supaya janji memperbaiki diri dan mengubah arah bukan hanya rancangan,
supaya walaupun tidak ke mana-mana jadinya tidak tersesat jua.
Tentang hari yang dingin berangin dan bahkan siang yang menyerah tanpa perlawanan.
Dalam mendung aku bercakap dengan Bapaku.
Tidak di rumah-Nya, kujamu di rumahku.
1Puisi1Hari: #20 Sekarang, Kita
Kapan lagi waktu yang sahih selain saat ini
untuk berterima kasih dan sungguh mensyukuri,
bahwa tidak semua sejodoh sanggup melangkah berdua
beriringan memekarkan nafsi bersama,
berselaras akal, rasa, dan kekayaan sukma.
Bahkan bentangan jarak jasmani kian meneguhkan,
karena terpisah bukan berarti hilang arah dan tujuan
ketika sauh hati sudah kukuh ditambatkan.
untuk berterima kasih dan sungguh mensyukuri,
bahwa tidak semua sejodoh sanggup melangkah berdua
beriringan memekarkan nafsi bersama,
berselaras akal, rasa, dan kekayaan sukma.
Bahkan bentangan jarak jasmani kian meneguhkan,
karena terpisah bukan berarti hilang arah dan tujuan
ketika sauh hati sudah kukuh ditambatkan.
Langganan:
Postingan (Atom)