Aku bisa merasakan hati yang membusuk pelan-pelan
Baunya menyuduk-nyuduk liang pernafasan
Hei, kalau ini benar rasa yang sudah mati
kenapa dia bangkit lagi dari pekuburan?
Aku bisa merasakan dengki yang merangkak ke permukaan
Bukan hantu, dia mayat hidup yang minta makan
Rabu, 26 Oktober 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
1Puisi1Hari: #12 Tidur Sendiri
Dengan siapa kamu tidur malam ini?
Masihkah sisi ranjang sebelah kiri angkuh dingin tidak terisi?
Detak detik jam dinding menghitung sepi yang terlewat tanpa kecupan di dahi.
Tidak ada lagi “selamat istirahat, aku cinta kamu sampai mati”.
Nyanyian serangga malam jadi pengantar hingga terlelap di batas pagi.
Sunyi adalah hati yang terjaga dengan rindu ingin berbagi.
Sesungguhnya, Sang Esa mendengar doa kita yang tidur sendiri.
Ada saatnya nanti, dia yang dimimpikan bersama kita membangun mimpi.
Masihkah sisi ranjang sebelah kiri angkuh dingin tidak terisi?
Detak detik jam dinding menghitung sepi yang terlewat tanpa kecupan di dahi.
Tidak ada lagi “selamat istirahat, aku cinta kamu sampai mati”.
Nyanyian serangga malam jadi pengantar hingga terlelap di batas pagi.
Sunyi adalah hati yang terjaga dengan rindu ingin berbagi.
Sesungguhnya, Sang Esa mendengar doa kita yang tidur sendiri.
Ada saatnya nanti, dia yang dimimpikan bersama kita membangun mimpi.
1Puisi1Hari: #11 Pesan Instan
Musuh kita bukanlah hanya kerasnya kepala
Tetapi tentara kata yang berbaris lewati jembatan media;
Unjuk kekuatan lewat layar berukuran senti saja –
Bersenjata antena penjaja sinyal berjanji surga –
Yang nyatanya: kadang tiba di medan perang, kadang tertunda.
Ini serupa argumen salah paham karena pesan instan tak juga diterima.
Sabar, ya.
Tetapi tentara kata yang berbaris lewati jembatan media;
Unjuk kekuatan lewat layar berukuran senti saja –
Bersenjata antena penjaja sinyal berjanji surga –
Yang nyatanya: kadang tiba di medan perang, kadang tertunda.
Ini serupa argumen salah paham karena pesan instan tak juga diterima.
Sabar, ya.
Rabu, 19 Oktober 2011
1Puisi1Hari: #10 Ngilu
"Pikir-pikir lagi kalau kau hendak main serong dengan si mulut manis itu!
Olehku, batangmu akan dimutilasi lantas digantung di atas pintu!"
Olehku, batangmu akan dimutilasi lantas digantung di atas pintu!"
Selasa, 18 Oktober 2011
1Puisi1Hari: #9 KRIIING!
Selamat, pagiku!
Embunmu berbaris di sela-sela kaca jendela,
di balik dedaun pun, mereka.
Dititiskan udara saat bulan masih berjaga.
Semangat, pagiku!
Cerahmu memantul di cermin-cermin perawan,
di pipi kanak-kanak, mereka.
Dipancarkan matari untuk semua jiwa.
Pagi, pagiku!
Salam ini untukmu, yang acap dicaci penggerutu.
Tidak suka dering beker, mereka,
inginnya lelap sahaja.
Senin, 17 Oktober 2011
1Puisi1Hari: #8 Bila Kita
Bahagia menjadi sedikit kurang sederhana
Tapi saya tidak menolak bila ada kali ke-dua
Menyeruput gelato di kios berhias neon dekat alun-alun waktu purnama
Sambil menapaki jalan-jalan berbatu di kota kecil di Italia
Mungkin bila bulan madu kita?
Tapi saya tidak menolak bila ada kali ke-dua
Menyeruput gelato di kios berhias neon dekat alun-alun waktu purnama
Sambil menapaki jalan-jalan berbatu di kota kecil di Italia
Mungkin bila bulan madu kita?
1Puisi1Hari: #7 Kawin Paksa
Miris
Cincin di jari manis meringis
Ia dipinang oleh rasa bersalah
Dengan dendam ia menikah
Malu
Kepalkan tangan sembunyi-sembunyi
Meski didendangkan bidadari
Keputusan telah terketuk palu
Percayalah. Semua akan indah.
Pada waktunya. Tidak terpaksa.
Cincin di jari manis meringis
Ia dipinang oleh rasa bersalah
Dengan dendam ia menikah
Malu
Kepalkan tangan sembunyi-sembunyi
Meski didendangkan bidadari
Keputusan telah terketuk palu
Percayalah. Semua akan indah.
Pada waktunya. Tidak terpaksa.
1Puisi1Hari: #6 Vakansi
Aku ingin rekreasi menuju lekuk-lekuk tubuhnya.
Telusuri gunung dan lembah kulit hangatnya.
Mereguk segar mata air dalam senyum tulusnya.
Mengulum bulat-bulat manis buah tak terpetik.
Bermanja-manja dalam rasa bagai terculik.
Vakasi, melarikan diri dari realita tak terusik.
*seperti diperkosa, padahal rela*
Telusuri gunung dan lembah kulit hangatnya.
Mereguk segar mata air dalam senyum tulusnya.
Mengulum bulat-bulat manis buah tak terpetik.
Bermanja-manja dalam rasa bagai terculik.
Vakasi, melarikan diri dari realita tak terusik.
*seperti diperkosa, padahal rela*
Langganan:
Postingan (Atom)